Batam — Selasa, 18 November 2025, STIT International Muhammadiyah (IM) Batam menerima kunjungan pembinaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rombongan UMY dipimpin oleh Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan AIK, dan disambut oleh ketua, wakil ketua, para dosen, serta staf STIT IM Batam.
Pertemuan berjalan dalam suasana hangat dan penuh optimisme. Ketua STIT IM Batam Arifuddin Jalil, S.Ag.,M.I.Kom bahkan sempat berseloroh, “Prof. Haedar Nashir tidak akan ke sini lagi kalau tidak jadi universitas.” Candaan tersebut mencerminkan semangat besar kampus dalam menyambut proses menuju peningkatan status kelembagaan.
STIT IM Batam memiliki perjalanan panjang sebelum berstatus sekolah tinggi. Kampus ini bermula sebagai Ma’had Said bin Zaid Batam di bawah pembinaan Asosiasi Muslim Charity Foundation (AMCF), kemudian diserahkan ke Muhammadiyah. Gedung berlantai tiga yang digunakan saat ini juga merupakan hibah dari AMCF. Setelah pengurusan legalitas, tepatnya 2019 STIT International Muhammadiyah Batam berdiri di atas tanah berukuran 12 ha. menyesuaikan dengan kehadiran banyak mahasiswa internasional kala itu.
Setelah terbentuk sebagai sekolah tinggi, STIT IM Batam didorong untuk mengurus akreditasi, kemudian diarahkan oleh pusat untuk dipersiapkan menjadi universitas. Untuk mendukung transformasi ini, UMY hadir memberikan pendampingan sebagai kampus yang telah berpengalaman dalam pengembangan akademik.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Faris Al-Fadhat menegaskan bahwa UMY berkomitmen membimbing PTM Batam menuju Universitas Muhammadiyah. Tahap awal pendampingan difokuskan pada Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Muhammadiyah (STIKOM) Batam, yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan Tinggi dan SAINTEK, sementara STIT IM Batam berada di bawah Kementerian Agama, sehingga proses penyelarasan memerlukan mekanisme yang berbeda. Setelah STIKOM naik status menjadi universitas, STIT IM Batam direncanakan bergabung sebagai Fakultas Tarbiyah.
Pimpinan STIT IM Batam juga menyampaikan rencana penambahan program studi sebagai upaya memperkuat daya tarik kampus. Ide tersebut disambut positif oleh Prof. Faris, yang menilai bahwa penambahan prodi akan menjadi modal penting bagi STIT IM Batam ketika bergabung sebagai fakultas nantinya.
Prof. Faris juga menambahkan bahwa setelah universitas terbentuk, rektor yang akan ditunjuk akan dibimbing langsung oleh UMY, memastikan standar tata kelola dan akademik tetap kuat dalam masa transisi dan pengembangan ke depan.
