Lompat ke konten

Mahasiswa STIT IM Batam Belajar Jurnalistik di Batam Pos

  • Berita

Mahasiswa STIT IM Batan Belajar Jurnalistik di Batam Pos

Batam – Mahasiswa STIT Internasional Muhammadiyah Batam melakukan kunjungan ke redaksi Batam Pos, Kamis, 2 November 2023. Kunjungan ini disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal.

Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam Arifuddin Jalil mengatakan,  mahasiswa STIT Internasional Muhammadiyah Batam penting pemahaman terhadap jurnalistik, digital, dan literasi media. “Kami melakukan kunjungan ke redaksi Batam Pos ini, agar mahasiswa STIT Internasional Muhammadiyah Batam paham dengan jurnalistik,” kata Arjal sapaan akrabnya yang juga sebagai Dosen Jurnalistik Dakwah.

Sementara itu, Muhammad Iqbal, Pemimpin Redaksi Batam Pos, memberikan apresiasi atas kunjungan dari STIT Internasional Muhammadiyah Batam. Kata Iqbal, ada beberapa tentang perubahan signifikan dalam industri berita, mengingat bahwa koran tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. 

“Ada beberapa perubahan dalam jurnalistik di era digitalisasi. Dan kami Batam Pos telah beradaptasi dengan baik terhadap tren perubahan di luar dan ini tergantung selera pembaca,” ujarnya.

Iqbal juga mencatat perkembangan jurnalisme warga yang semakin kuat seiring dengan lahirnya media sosial. Hal ini memungkinkan setiap individu untuk melaporkan apa yang mereka lihat dan rasakan melalui akun media sosial mereka.  “Media sosial adalah platform yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan media massa seperti koran,” ungkapnya.

Dalam dunia media, kata Iqbal, media massa memiliki tanggung jawab dan proses editorial yang ketat. Mereka harus mematuhi peraturan dan memiliki badan hukum serta diawasi oleh Dewan Pers. 

“Kami selalu mengikuti aturan jurnalistik seperti kode etik jurnalistik. Setiap berita memiliki prosedur menerbitkan berita. Kami harus mengujinya terlebih dahulu, seperti melakukan pengumpulan data, konfirmasi ke narasumber dan lain sebagainya,” ucapnya.

Iqbal menjelaskan perbedaan mendasar antara informasi sahih dan hoaks. Media massa berkomitmen untuk menyajikan berita yang telah diuji kebenarannya, sedangkan di media sosial, kebenaran informasi seringkali sulit dikendalikan.

Dalam menghadapi tantangan dari citizen jurnalisme, sambung Iqbal bahwa media massa seperti koran dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang telah teruji kebenarannya, sementara citizen jurnalisme tidak selalu dapat menjamin keakuratan informasinya.

“Dengan menekankan pentingnya memastikan kebenaran dan kredibilitas informasi sebelum disebarkan, dan bahwa media massa memiliki peran kunci dalam menjaga standard tersebut,” ucapnya.(dea)*** 

Dosen STIT Internasional Muhammadiyah Batam FDG di UPSI Malaysia

Dosen STIT Internasional Muhammadiyah Batam FDG di UPSI Malaysia

Batam, Kalangan sivitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Internasional Muhammadiyah (STIT IM) Batam terus memperkuat kerjasama internasional. Beberapa hari yang lalu, jajaran Dosen STIT IM Batam mendapat undangan khusus dari kampus pendidikan Nomor 1 di negeri Malaysia. Sebanyak tiga orang dosen STIT IM Batam menjadi pembicara dalam acara Forum Group Diskusi (FGD) di ruang Auditorium Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

Ketua STIT IM Batam Arifuddin Jalil, S,Ag.,M.I.Kom merasa bangga mendapat undangan khusus dari jajaran UPSI Perak Malaysia. ” Alhamdulillah bisa dipercaya untuk berdialog mengenai pengembangan program studi di UPSI,” ujarnya.

Dua dosen lainnya yang ikut mengdampingi Ketua STIT IM Batam itu yakni Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Andri Pratama, Lc, MA, Ketua Lembaga Pennelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPM) STIT IM Batam Imam Ahmad Muzaqi, M.Pd. Ketiga dosen STIT IM Batam tersebut disambut hangat oleh jajaran Fakultas Bahasa dan Komunikasi, Fakultas Pembangunan Manusia UPSI Malaysia. 

IIUM Perkuat Kerjasama STIT IM Batam

Malaysia; Penguatan kerjasama internasional terus diintensifkan jajaran civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Internasional Muhammadiyah (STITM IM) Batam. Belum lama ini, STIT IM Batam mengunjungi kampus ternama di Kualalumpur Malaysia, Internasional Islamic University Malaysia (IIUM). Kerjasama pembelajaran Bahasa Arab pun disambut hanya oleh civitas akademika IIUM.

“Kami senang membangun kerjasama yang lebih kongret,” kata Kepala Departemen of Arabic Language dan Literature IIUM Prof. Dr. Asem Shehadeh Ali di sela-sela menerima kunjungan STIT IM Batam. Ketua STIT IM Batam Arifuddin Jalil, S.Ag.,M.I.Kom yang memimpin rombongan kunjungan kerjasama tersebut terharu atas antuasisme sambutan dari pihak IIUM. Menurutnya, kerjasama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bakal terus ditingkatkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *